Kamis, 08 November 2018

Aku Tidak (Berani) Menghitung

Sudah beberapa hari ini rasanya perasaan amat sangat kosong. Seperti ada sesuatu yang hilang dan entah kemana harus mencari. Semakin dicari dan dirasakan, semakin runyam... dan sakit.
Aku sadar betul, mungkin ini karena rasa rindu terhadap seseorang yang kini telah berada di surga. Aku tidak berani menghitung berapa lama ia telah tiada. bagiku itu sangat sulit.
Sekarang aku sudah memasuki semester 7 di bangku kuliah. Aku rasa, ia akan senang. Sungguh akan ada perasaan yang luar biasa kalau ia masih ada. Seperti minum kopi bersama atau memakan roti bakar yang kita bagi dua.
Aku percaya kalau kehilangan dan kegagalanlah yang membentuk diri kita hari ini. Setiap dari kita menyimpan luka yang diam-diam dikubur dan lama lama melebur.
Sudah lama aku tidak bermimpi tentang dia. Sangat rindu sekali.
Mamah berkata kalau ialah satu satunya yang menangis melihat aku sedih. Aku tahu kalau ia sangat sayang. Semoga semua kebaikannya dibalas oleh Tuhan.




Semoga aku bisa membuat ia bangga.

Sabtu, 03 November 2018

Sempurna Itu (Sangat) Sulit

Aku sering bertanya, apa yang menjadikan sesuatu menjadi sempurna atau bisa dikatakan sebagai sempurna?
Padahal pada kenyataannya, sesuatu memiliki sisi sempurna berdasarkan pandangan masing-masing. Anggap saja kalau, kesempurnaan itu sesuatu yang tidak pasti.
Misalnya, menurut seseorang, nilai 80 merupakan nilai yang sempurna. Namun bisa saja bagi yang lain, 100 adalah nilai yang sempurna.
Aku pun bingung. Dan sangat bingung sekali!!!
Kalau kita melulu dituntut untuk sempurna, tentu sangat mustahil. Bagaimana kita bisa sempurna kalau kata sempurna itu sendiri diciptakan berdasar versi orang lain?
Hidup tidak melulu perihal sempurna atau tidak, kok. Namun menurutku justru perihal menikmati ketidaksempurnaan itu.
Aku suka seseorang yang menurutku tidak sempurna. Tapi justru ketidaksempurnaan itu yang membuat aku suka.
Dia sangat suka main game, bangun siang, dan banyak ketidaksempurnaan yang dia punya. Namun untukku, itu cukup. sangat lebih dari cukup.
Aku tidak meminta lebih.


Mari kita, sama-sama hidup dalam ketidaksempurnaan dan ketidakpastian.
Selamat menikmati hidup.
Sekali lagi, menjadi sempurna itu sangat sulit, lho!

Minggu, 08 Juli 2018

Review Mustika Ratu Mundisari Peeling

Ternyata, merawat kulit wajah itu susah-susah gampang, ya. Huffft. Nyesel sih dari dulu gak rajin merawat kulit wajah. Hasilnya sekarang wajah dipenuhi flek hitam (meskipun gak keliatan banget) sama bekas-bekas jerawat yang susah sekali hilang. Nahh, aku baru tahu ternyata selain maskeran atau pakai face wash dan lain-lain, kulit wajah juga perlu rutin dibersihkan minimal 2 kali dalam satu minggu dengan cara scrubbing. Scrub itu adalah cara membersihkan kulit wajah dengan cara menggosok menggunakan bahan tertentu. Fungsinya itu salah satunya adalah mengangkat sel-sel kulit mati. Penting banget, kan?
Dulu aku termasuk orang yang bodo amatan sama kulit muka, even jerawat pun sering aku pencetin 😭😭😭😭 tapi itu dulu, ya! Sekarang sedikit sedikit aku mulai rajin merawat kulit wajah kok!
Balik lagi ke urusan scrubbing. Setelah liat beberapa review orang, aku pun tertarik buat rutin scrub wajah. Nahhh aku pake Mustika Ratu Mundisari Peeling. Aku kurang paham sih perbedaan peeling sama scrub wkwkwk.
Okay kita lihat gimana produknya, yuk!


Ini tampak depan


Tampak belakang

Komposisi:
Aqua, Propylene Glycol, Dicalcium Phospate Dihydrate, Dimethicone, Stearic Acid, Sodium Lactate, Glyceryl Stearate, PEG-100 Stearate dan bahan-bahan asing lain yang gak aku mengerti lol. (Capek ngetiknya coy).

Tipe kulitku sensitif kombinasi. Jadi kalau misalnya salah pilih produk bisa langsung muncul jerawat bahkan kayak kebakar gitu, lho. Tapi pakai produk ini aman-aman aja buat kulitku.

Mustika Ratu Mundisari Peeling ini aku beli yang 60gr harganya Rp 15.000,00. Scrub ini teksturnya creamy dan tentunya ada butiran scrubnya tapi gak terlalu gede-gede. Setelah di aplikasikan ke muka dan digosok-gosok, gak menimbulkan rasa sakit yang berlebihan. Oh iya untuk cara pakainya sendiri cukup dengan dioleskan pada wajah dan digosok-gosok. Hihi gampang banget deh!


Ini penampakannya (seperti yang aku bilang teksturnya creamy)


Setelah dioles ke tangan (terlihat butiran scrubnya kecil-kecil)


Nahh setelah digosok-gosok, biasanya aku langsung cuci mukaku pakai air dingin. Daaaaaan hasilnya wajah jadi super lembut! Serius deh enak banget ada sensasi segernya jugak!
Setelah pakai Mustika Ratu Mundisari Peeling ini wajahku juga berasa bersih banget apalagi setelah seharian beraktivitas, rasanya wajahku dipenuhi sama kotoran 100kg. Wlwkwk




Yang aku suka (+)
1. Butiran scrubnya gak terlalu gede
2. Murah
3. Bener-bener membersihkan dan bikin muka seger
4. Cocok di mukaku yeay!

Yang aku gak suka (-)
1. Wanginya terlalu menyengat menurutku


Repurchase:
YES OF COURSE!

Aku biasa pakai dua kali dalam seminggu. Tapi saking enaknya setelah pakai ini, aku bisa scrub 3-4 kali seminggu hahahahah. Pokoknya love love manjahhh sama Mustika Ratu Mundisari Peeling ini!
Segitu dulu deh review (gak jelas) dari aku. Kalau gak mager, aku review produk lain haha :p

Jumat, 15 Juni 2018

1st Roll

Hihi. Baru sadar kalau saya hutang nulis postingan di blog. Btw selamat hari raya idul fitri! Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin.
Oh iya, roll pertama yang dipakai jeprat jepret bareng Violetta udah dicuci dan scan nih! Ternyata moto pakai analog itu bener-bener bikin kaget! Yup, hasilnya diluar dugaan hahahah. Daaaaaaaan ini dia beberapa foto 'terbaik' menurut saya!






Fyi, foto-foto di atas pakai film Kodak Colorplus 200 dan kamera Octopus Ungu yang saya namain Violetta.
See ya next posting!





Sabtu, 12 Mei 2018

Aku dan Kekecewaanku pada Album Baru Arctic Monkeys

Tepat pada tanggal 11 Mei lalu, Arctic Monkeys merilis album baru mereka yang bertajuk Tranquility Base Hotel & Casino. Sebagai salah satu penikmat karya mereka, album ini jelas menjadi album yang amat saya tunggu-tunggu, mengingat sudah 5 tahun lamanya mereka tidak mengeluarkan karya setelah album AM.
Namun, entah ekspektasi saya yang berlebihan atau bagaimana, saya sedikit kecewa dengan album baru ini. Sangat berbeda jauh dengan I bet you look good on the dancefloor kesayangan saya atau seperti fake tales of San Francisco yang membikin saya joget setiap kali mendengar lagu ini.
Sudah saya putar berulang-ulang, dan tetap saya kecewa. Penantian yang cukup lama ini menurut saya sedikit sia-sia, sebab Arctic Monkeys sudah berbeda jalur dengan album yang dulu.
Memang benar, band bisa berubah. Ya, tapi tetap saja saya kecewa.
Tranquility Base Hotel & Casino melenyapkan angan saya tentang kehadiran Whatever People Say I am That's What I'm not atau Humbug dan Favourite Worst Nightmare akan kembali.
Tapi menghargai karya mereka yang baru dan tetap berusaha menikmati adalah cara paling bijak untuk tetap mencintai Arctic Monkeys.






Btw saya juga kurang suka penampilan Alex Turner yang sekarang:(

Jumat, 04 Mei 2018

Surat untuk (Menyemangati) Diri Sendiri

Halo, kamu!
Saya tahu akhir-akhir ini kamu sedang bahagia. Karena ada hal-hal yang membuat kamu lupa pada sesuatu yang membuatmu sedih.
Saya senang, akhirnya kamu bisa tertawa dan melepas kesedihan-kesedihan yang kamu tumpuk hingga menggunung, dan kalau-kalau suatu saat itu meledak, pasti akan membuatmu sedikit ketakutan.
Kamu harus semangat. Meskipun hidup perihal melewati ketakutan, saya sangat yakin kamu bisa menghadapinya.
Kamu bisa dan kamu tangguh. Kamu bisa bertahan dalam setiap situasi. Setiap orang memiliki porsi kuat bagi mereka sendiri. Kamu bisa, ya, kamu pasti bisa.
Saya dengar kamu ingin bernyanyi sampai kamu lelah.
Saya dengar kamu ingin melihat eleventwelfth secara langsung.
Saya dengar kamu ingin jadi perempuan dengan 'tiket gratis' untuk setiap acara musik.
Maka,
Lakukanlah.
Lakukan setiap hal yang membuat kamu senang.
Lakukan. Jangan berdiam.
Saya juga dengar kalau kadang kamu merasa berbeda. Tapi jangan takut, itu yang membuat kamu istimewa.
Oh iya, saya juga dengar kalau tugas kamu menumpuk. Tidak apa, saya percaya kamu bisa menyelesaikannya tepat waktu.
Hidup adalah melawan ketakutan.
Jangan takut pada setiap hal yang datang.
Terus hadapi.
Kamu bisa bahagia menjadi diri kamu sendiri. Meskipun kamu pernah terluka, cepat-cepat obati. Karena saya peduli terhadap kamu, tubuh dan jiwamu.
Kamu mampu, kamu bisa. Kamu adalah kamu dengan segudang kekurangan dan kelebihan.
Semoga kamu bahagia selalu.
Kamu akan tumbuh, menjadi dewasa, dan berhasil meraih impian kamu.
Jangan patah semangat.
Kamu bisa.
.
.
.
Selamat berbahagia, Yuli.

Minggu, 29 April 2018

Terima Kasih, Mamah!

Tahun ini usia saya akan terbang menuju 22 tahun. Usia yang amat sangat matang (seharusnya). Ketika teman-teman seangkatan saya satu persatu mulai lulus kuliah, tak jarang ada yang sudah menikah, bahkan memiliki anak. Saya masih sendiri (halah wkwkw), dan masih merajut mimpi-mimpi saya, satu persatu.
Di antara orang-orang yang hadir di hidup saya, ada sosok penting yang selalu menjadi alasan tetap semangat ketika sedang lelah. Ialah mamah saya, perempuan tangguh dan kuat di dunia. Beliau merupakan wanita hebat yang selalu mendukung saya dalam keadaan apapun.
Saya ingat waktu saya tidak lulus sbmptn tahun 2014, mamah lah orang yang masih mendukung saya untuk tetap kuat. Ketika pengumuman sbmptn tahun 2015 pun, mamah yang selalu membimbing saya.
Saya tahu, banyak ibu hebat di dunia ini. Mamah adalah salah satunya.
Saya adalah tipe orang yang gengsian, bahkan sekadar mengucap terima kasih pun saya masih malu dan terlanjur jaga image. Haha.
Tapi di postingan kali ini, saya dengan sepenuh hati mengucapkan terima kasih kepada mamah. Terima kasih selalu ada di saat saya sedang membutuhkan energi.
Terima kasih selalu merawat saya, hingga saya tumbuh seperti sekarang ini.
Terima kasih untuk selalu menerima saya apa adanya, sebagai saya. Terima kasih telah mengizinkan saya menjadi apapun yang saya suka.
Kalau suatu hari saya menjadi orang tua, saya ingin menjadi sosok ibu seperti mamah.
Saya sangat jarang melihat mamah menangis. Pertama kali saya melihat mamah menangis adalah ketika nenek meninggal. Saya tahu mamah perempuan yang amat sangat kuat.
Mamah adalah teman, sahabat, dan segalanya.
Tapi kadang saya masih melawan, berontak, bahkan melakukan hal-hal yang tidak mamah suka.
Semoga suatu hari saya dapat menghadiahi hal-hal yang mamah inginkan, termasuk calon imam yang baik bagi saya dan segala mimpi saya yang saya persembahkan untuk mamah.
.
.
.
Teruntuk mamah,
Terima kasih untuk semua hal yang mamah berikan untuk saya.
Saya akan selalu belajar menjadi lebih baik lagi.
I love you, mamah.

Kamis, 26 April 2018

Hal-hal Bodoh yang Dilakukan Setelah Putus Cinta

Putus cinta memang menyakitkan. Apalagi putus ketika sedang sayang-sayangnya pada pasangan (lah curhat lol). Tapi ya namanya juga hidup, kadang apa yang kita inginkan tidak sejalan dengan takdir. Harus ada melepas, kehilangan, dan hal-hal menyakitkan lainnya untuk membentuk pribadi yang lebih kuat.
Alias kenapa aing sok bijak gini.
Jadi, jatuh cinta memang membuat kita (kadang) begitu bodoh. Sampai ada hal-hal yang kita lakukan karena rasa cinta kita yang besar terhadap seseorang. WKWKWKWK NGEMENG APASEH AING.
Yak pokoknya gitu deh.
Tapi yang paling sedih dan dilakukan oleh diri sendiri adalah melakukan hal-hal bodoh pasca-putus cinta. Sudah putus harusnya membuat kita terus melangkah maju, namun sayangnya ada hal-hal bodoh yang secara sadar kita lakukan setelah putus. Kita? Wkwkwkwk saya deng, di antaranya:
1. Masih stalk mantan
Putus menjadikan tingkat keingintahuan kita terhadap kegiatan mantan semakin meningkat. Padahal mah ngga boleh gitu, kepo boleh asal tidak berlebihan. Sampe hal-hal yang dia lakukan kamu tahu. Huhu ini salah sih sebenernya. Tapi kenapa terus dilakukan?
Stalking mantan tidak membuat kamu cepat lupa, tapi malah memperparah susah move on.

2. Block mantan
Susah lupa? Hmm pasti. Tapi dengan ngeblock mantan itu adalah sesuatu yang tidak dewasa menurut saya. Karena apa? Block bisa jadi tanda kalau kamu itu sebenarnya susah move on. Buktikan bahwa kamu kuat dan bisa bertahan dan bersikap biasa saja pada si mantan! Hahahah

3. Buru-buru mencari pengganti
Kadang kalo sedang ingat sama si itu, kepikiran untuk cepat-cepat dapat pengganti. Padahal membuka hati untuk oranh baru itu tidak mudah lho. Jatuh cintalah saat kamu siap.

Kalau saya sendiri, pernah melakukan hal di atas. Tapi sekali lagi, menurut saya itu hal yang kurang tepat. Semenyakitkan apapun putus cinta, jangan pernah membuat kita kehilangan keceriaan diri sendiri. Dia boleh patahkan hati kamu, tapi jangan lupa untuk kembali menyusun hati kamu yang patah itu sehingga menjadi lebih kuat.
Daripada galau mending nabung buat beli kaos Eleventwelfth kan?
Lahhh tida nyambung.
Pokoknya galau boleh, tapi pastikan tidak berlebihan (padahal kugalau teroooos hahahahah).
Selamat berbahagia kembali bagi kamu yang pernah patah hati.

Sabtu, 21 April 2018

Secreto: Anaknya Secret?

Dulu sekitar tahun 2014-2015 lagi rame aplikasi namanya Secret. Aplikasi ini adalah salah satu aplikasi favorit karena bisa lihat postingan orang atau bahkan sekadar chit-chat tanpa identitas alias anonim. Secret menjadi idola kala itu, kita bisa mengeluarkan unek-unek dan sekali lagi tanpa diketahui identitas asli kita. Menarik, bukan?
Belum lama ini, di Instagram sedang ramai-ramainya orang-orang membicarakan aplikasi bernama Secreto. Meskipun namanya hampir mirip dengan Secret, tapi aplikasi ini rupanya sangat jauh berbeda dengan Secret. Dalam Secreto, hanya tersedia fasilitas (cielah fasilitas wkwkwk) untuk bertanya atau mengomentari dan lain-lain kepada seseorang. Namun yang membuat menarik, orang tidak akan tahu siapa yang mengirim pesan kepada kita.
Sebenarnya itu yang membuat menarik, namun menurut saya, minus juga sih hahahha. Kenapa kok bisa begitu?
Pertama, ketika ada seseorang yang mengomentari kita, kita gak tahu siapa yang menyampaikan komentar tersebut. Tentu ini akan membuat kita penasaran.
Kedua, ajang bullying tanpa nama. Yup, karena tidak selamanya komentar orang terhadap diri kita akan selalu bagus. Dengan Secreto, bisa jadi orang membully kita tanpa kita ketahui identitas yang membully.
Karena saya penasaran, akhirnya saya klik register. Lol
*Ternyata ga ada yang nanya*


Apa kamu sudah coba?
Xixi
Secreto ini menurut saya sangat jauh berbeda dengan Secret. Pesan-pesan yang masuk kepada kita melalui Secreto tidak bisa kita pilah; mana yang mau kita bagikan kepada publik dan mana yang mau kita simpan untuk diri sendiri.
Tapi untuk iseng-iseng, bolehlah dicoba.

Senin, 16 April 2018

Kurosuke

Gila! Bener-bener gila.
Gak habis pikir. Insomnia membuat seseorang bisa membuat sebuah karya yang super keren! Itulah kurosuke, solo project dari Christianto Ario Wibowo. Kurosuke merupakan singkatan dari kuro, susu, keju. Terdengar lucu, bukan begitu? Tapi jangan salah, semua nada yang ada di album ini benar-benar gila!
Fantasy merupakan lagu yang pertama kali saya dengarkan berdasarkan rekomendasi seorang teman. Fantasy merupakan bentuk 'mengemis-ngemis cinta' dari seseorang kepada orang yang dicintainya. Kurang lebih begitu menurut saya. Loving you is easy, it's a fantasy it's a tragedy. Apakah kamu setuju? Kalau sebenarnya jatuh cinta kepada seseorang itu mudah, tidak terlalu membutuhkan proses yang panjang dan ribet. Karena jatuh cinta itu 'otomatis'. Bahkan dalam liriknya disebutkan bahwa jatuh cinta merupakan sebuah tragedi atau peristiwa yang menyedihkan. Fantasy menurut saya adalah permohonan untuk tinggal; tidak ingin melepas; menyedihkan; cinta bertepuk sebelah tangan.
Selanjutnya, perhatian saya dialihkan kepada Snooze. Snooze sedikit banyak mengingatkan saya pada cinta pertama saya. Entahlah, don't you say goodbye terngiang-ngiang di dalam kepala saya. Berkali-kali.
Semua track dalam album ini benar-benar luar biasa. Kurosuke menjadi daftar wajib putar saya akhir-akhir ini.

Sumber gambar: Spotify
Kalau saya disuruh memilih album apa yang cocok didengarkan saat bersantai, Kurosuke akan saya pilih sebagai pilihan pertama!

Minggu, 15 April 2018

Meminang Violetta

Hola!
Sudah lama ya saya ngga nulis. Hahaa. Maklum, banyak tugas dan ini itu yang harus diselesaikan. Malam ini saya pengen banget nulis dan kebetulan sedang ada sesuatu yang amat sangat perlu wajib dan kudu saya ceritakan di blog ini.
Jadi, sudah lama saya ngidam kamera analog. Hampir kurang lebih satu tahun (mungkin) saya pengen banget nyoba punya kamera film. Penjelasan mengenai kamera analog bisa kamu baca di google yak! Wkwkwk. Namun karena mungkin belum rezekinya, jadi yaaa... gak beli-beli. Huhu
Tapi hasrat saya untuk punya kamera analog masih tinggi. Saya iseng nanya di Pesan Anak Unpad dan dalam waktu singkat ada yang reply pertanyaan saya. Katanya dia punya Octopus Toycam warna ungu dan mau dijual. Saya seneng parah! Akhirnya saya hubungin mba yang bilang mau jual. Setelah beberapa hari, deal. Kemudian.....
Si ungu ini sekarang resmi saya miliki. Yuhuuuuuuu
Karena dia berwarna ungu maka saya namain Violetta dan kamu bisa manggil dia Vio. Hahahhaa gemes. Kan?
Ini dia penampakan Vio di kamar saya



Saya belum beli roll film nya nih dan belum bisa makenya. Tapi seneng banget akhirnya punya! Yeaaaaay.
Semoga Vio bisa digunakan dengan baik dan saya banyak uang biar bisa beli roll film plus cuci filmnya.
Nanti kalau saya udah berhasil motret, saya share di sini deh.
Sekian deh. Saya mau tidur karena besok harus UTS:(
I love you Vioooooooo
Baik baik ya kamu, nak.

Jumat, 16 Februari 2018

Band Kesayangan baru!

Pernahkah kamu mendengarkan satu lagu yang membuat kamu senang dan sedih dalam satu waktu?
Kedengarannya gila, bagaimana cara sebuah lagu bekerja dan membuat kamu menjadi super senang dan sedih dalam waktu yang bersamaan.
Pertama kali saya mendengarkan Eleventwelfth akhir tahun lalu dan telinga saya merasa 'pas' dengan 'Your Head as My Favourite Bookstore'. Rasanya seperti menemukan nada-nada yang telah lama kamu cari, seperti kamu mengingat masa-masa yang ingin kamu kenang.
Kadang saya mikir, kok bisa ya seseorang menciptakan kumpulan nada-nada menjadi sebuah lagu?

Eleventwelfth menjadi salah satu band must-watching saya sekarang. Your Head as My Favourite Bookstore menjadi teman bagi telinga saya, dan jiwa saya barangkali.
Semoga suatu hari bisa menonton!

Tapi bukan hanya lagu itu yang menjadi favorit saya, With the Weight of It All pun selalu saya putar berkali-kali. Yang terbaru, single yang berjudul Out of Nowhere kembali menjadi kesayangan saya. Kabar baiknya, single ini bisa saya dengarkan di Spotify sekarang. Yeay! Out of Nowhere terbagi menjadi empat bagian. Bagian favorit saya adalah Levitate dan Still a Part of Your Home.

Meskipun band ini terbilang baru, soal kualitas tidak perlu diragukan lagi. Saya jamin, mendengarkan Eleventwelfth tidak akan membuat kamu puas hanya dengan satu kali putar.

Rabu, 24 Januari 2018

Mari (Menciptakan) Bahagia!

Ternyata putus cinta bukan perkara yang mudah, hahaha. Tapi ya sudah, toh lama-lama semuanya akan berlalu dan menjadi kenangan.
Di saat mantan pacar sudah punya gandengan, saya masih sendiri. Lho lho lho, umur sudah mau menginjak 22 tahun tapi pikiran masih ke pacar-pacaran mulu. Apa tandanya belum dewasa?
hehehehe betul. Seharusnya umur 22 tahun menjadi umur yang cukup matang dan disuguhi oleh berbagai permasalahan hidup. Cinta menjadi nomor kesekian. Tapi tenang dulu, bukan itu yang menjadi masalah dalam tulisan ini. ialah perihal bahagia dan rasa senang untuk diri sendiri.
Melihat mantan pacar sudah punya gandengan, kadang bikin nyesek di hati. Tapi toh sebenarnya, kita bisa bahagia dengan diri kita sendiri. Masa lalu biar berlalu dan semuanya telah jadi kenangan. Salahnya, saya selalu sulit membuka pintu baru. padahal, kalau tidak bisa memperbaiki yang lama, itulah saatnya membuka lembar baru. Tapi, kenapa sulit, ya?
Padahal bahagia bisa diciptakan, bukan mencari-cari sesuatu yang tidak pasti.
jadi, mari menciptakan peluang baru untuk selalu berbahagia.


Jangan sedih mulu, yul.

Jumat, 29 Desember 2017

2017 dan Momen-momen Baik yang Tidak Akan Pernah Terulang



2017 akan segera berakhir. Tapi ternyata banyak sekali hal-hal yang berubah walau kelihatannya seperti diam di tempat. Ada perubahan yang terjadi dan yaaa, ada baik dan buruknya. Ada momen-momen penting yang terjadi di tahun 2017 dan harus saya abadikan, di antaranya:

1. Mendapat pekerjaan impian
Iya, tahun 2017 adalah tahun yang mengasyikkan. Pada bulan Mei lalu, saya beruntung terpilih menjadi seorang freelance content writer di sebuah perusahaan di Jakarta. Dari sekian banyak pelamar, saya dipilih sebagai satu-satunya content writer. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Client yang ramah dan memotivasi serta bisa dijadikan panutan. Saya selalu ingat kata-kata Pak Darwan setiap kali saya takut salah, katanya “tidak apa-apa Yuli, kita sama-sama belajar.”

Sebagai seorang pemula, saya merasa amat senang ketika hasil pekerjaan saya dihargai (apresiasi bukan perihal uang semata). I’m so proud to be part of Vinidy!

2. Mendapat kesempatan ngadmin
Satu lagi pekerjaan impian saya, kerja di media. Saya pernah baca kalau pekerjaan paling menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar. Semua yang dimulai dari rasa suka, pasti akan menyenangkan. And I will tell you the truth, ketika kamu menyukai sesuatu pasti kamu akan melakukannya dengan sepenuh hati. Hehehehe. I really love my job.

3. Menjadi penulis di webzine metal (HAHAHAHAHAHAAH please don’t laugh at me!)

Gak pernah terbesit di pikiran saya akan senekat ini. Jadi beberapa bulan yang lalu saya lihat lowongan di sebuah akun Instagram. Iseng-iseng, saya pun apply lamaran. Tanpa pikir panjang (karena saya orangnya gampang penasaran), saya pun mengiyakan ‘gak apa-apa lah yaaa metal juga.’ Tanpa disangka, beberapa bulan kemudian ada pemberitahuan bahwa saya diterima. HAHAHAHAHA. Yes! Tapi sayangnya sekarang saya lagi puasa nulis dulu. Payah emang.

4. Datang ke acara Tribute to Arctic Monkeys

Huahahahahah. Berkat Yana, saya bisa dateng ke acara ini. Waktu itu acaranya bulan Januari dan saya masih inget waktu itu hujan-hujanan pulang dari Bandung naik motor jam 10/11 malam.  Tapi sangat menyenangkan! Thank you, Yana!


5.       Mengalami pasang surut dalam percintaan

WKWKWKWKKWWKWKWKW. Kalo yang ini kayaknya sudah biasa.

Saya sangat berterima kasih pada orang-orang yang sedikit banyak membantu saya di tahun ini. Semuanya begitu menyenangkan, sedih, marah, kecewa, dan lain-lain. Tidak terasa ya kalau tahun depan umur saya 22 tahun. Haha. 2018 harus lebih baik!

Semoga bahagia selalu.
Terima kasih 2017.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Punya Teman Korea Banget? Bahagia Atau Menderita?

Korea. Apa yang ada di pikiran kamu kalau denger kata itu? Mungkin kamu akan kepikiran akang-akang cakep atau teteh-teteh cantik aduhay asoy geboy. Mungkin juga kamu kepikiran drama-drama sedih yang bikin kamu ngurung diri di kamar selama 17 kali puasa 64 kali rajab. Atau.... lagu-lagu hachhiwa sing ju eun aigoo aigoo. Huft. Iya, sekarang lagu-lagu korea dan drama-drama nya udah ga asing lagi buat kita. Dari saya SMA sampe kuliah saya deket sama orang-orang yang suka banget sama korea. For your information, mereka kalau udah ngefans mungkin bisa tau sampe ke nenek-kakek buyutnya si bias mereka. Iya, bias itu adalah idola yang ada di sebuah grup korea itu kalo ga salah.

Lalu, gimana rasanya punya teman yang 'korea' banget?

UWOOOOOOOW. Ladies and gentlemen, sebenernya ada beberapa enak ga enaknya sih. Biar lebih jelas (ini berdasarkan pengalaman) kita bahas enaknya dulu, karena manusia suka yang enak-enak kan? Ih apa hubungannya?:(((((

Pengetahuan kita bertambah
Betul sekali, ya meskipun kamu ga begitu suka, pengetahuan kamu bisa bertambah lho. Meskipun mengingat nama anggota band korea engga semudah mengingat kenangan bareng mantan, tapi lambat laun kamu bakal tau. Jadi kalau suatu hari kamu punya temen atau keanalan atau bahkan gebetan kamu suka sama korea, kamu ga buta-buta amat soalnya kamu sering denger temen kamu yang dulu ngebahas korea-koreaan.

Misalnya kamu lagi ngobrol sama gebetan kamu :
A : Ih kamu tau ga si King Ju On cakep banget tapi sayang dia udah jadian gitu sama Sing Hyi On, mereka cinlok gitu pas syuting Tukang Bubur Naik Haji.
B : ................
Kalau kamu tau, kamu ga bakal speechless, tapi obrolan kamu bisa 'agak' nyambung. Gimana? Asik kan?
Lalu kalau kamu tau pasti kamu akan menjawab :
B : Ih iya ya padahal si King Ju On tuh cocoknya sama vokalis Kotak:((( ih bt deh sebel kesel gasuka!!!!!!!

Lalu kalian akan menangys bersama.
  

Bisa berhuhuhuhuhuhu bersama
Drama korea itu terkenal dengan cerita romantis sedih-sedih gitu. Alur cerita yang rumit, tapi ada romantis-romantisnya gitu. Kalau kamu lagi galau karena pacar kamu mutusin kamu gara-gara kamu suka beng-beng dingin sedangkan dia sukanya beng-beng bakar, nonton drama sama temen kamu yang korea banget bisa jadi pilihan yang baik lho. Kamu bisa nangis 7 ember pas ada scene sedih, pas ditanya kenapa kan kamu bisa bohong kalau ceritanya sedih banget, padahal mah........

Penyegaran mata
Misalnya mata kamu udah sakit banget soalnya udah 500 juta tahun kamu ga liat cowo ganteng. Eitssss dont worry be happy guys. Kamu tinggal minta temen kamu yang suka korea buat kasih rekomendasi cowo korea terganteng sedunia, Insya Allah beliau siap.


Nah enaknya tuh kayak gitu, tapi ada ga enak nya juga lho, sama kayak hubungan sama mantan kamu ga indah mulu begitu juga dengan berteman sama orang yang korea banget. Nah ga enak nya itu adalah..

Saat yang sama-sama suka korea berkumpul kamu merasa.....
Wah ini nih, bahaya! Kamu harus siapin headset, lagu metal sama pedang. Karena apa? Orang yang sama-sama suka banget sama korea bakal ngomong panjang lebar selebar-lebarnya. Lalu kamu yang ga tau? Selamat! Mereka bakal bahas ini itu yang bakal bikin kamu merasa jadi orang ter-gatau sedunia. Sedih:((((( Mereka akan membahas King Ju On, Kim Woo Bin, Kim Na Eun dan Kim Kim yang lain. Lalu kalo kamu tiba-tiba bilang....

guys, spongebob sekarang ada di global tv lho....

sipsip, hari itu juga kamu akan tersisihkan. Hiks.


Apa atuh
Kamu ga bakal bisa menghentikan temen kamu untuk mengoleksi drama korea. Aduh ga bisa banget itu mah. Jadi jangan heran kalo mereka punya drama korea dari judul A-Z di laptop mereka. Parahnya, kadang mereka ketawa-ketawa sendiri atau asik ssendiri kalo udah liat yang korea-koreaan. Selamat kawan, kamu mah apa atuh!

Jadi gimana dong? Bahagia atau menderita sih punya temen yang korea banget?

Jawabannya adalah... mari kita simak setelah iklan yang berikut ini.

*Ceritanya ada iklan*

Sebenernya bahagia-bahagia aja sih. Ya kalau kamu mau nyambung ya kamu juga berusaha suka. Tapi kalau sekiranya kamu ga suka, ya saling menghormati aja. Tiap orang juga punya kesukaan masing-masing kan? Kamu juga ga mungkin maksain gebetan kamu buat suka sama kamu pas kamu tau dia ga suka kamu kan? Nah begitu juga hal nya dengan korea-koreaan. Lah serah aing aja mau nulis apa, pokoknya itu.

Jadi kawan, udah ah cape mau bobo.

Beli gebetan ke Bekasi
Cukup sekian dan aku sayang padamu. Hehehe

Kamis, 06 Oktober 2016

Kalau Sudah Besar Mau Jadi Apa?

Saya mungkin termasuk satu dari sekian banyak manusia atau lebih tepatnya orang dewasa (HAHAHAHAHA ORANG DEWASA) yang menyukai anak kecil. Selain lucu dan menggemaskan, mereka polos, menyenangkan dan sebagainya. Hehehehe. Saya bersyukur pada bulan April 2016 lalu diberi kesempatan mengajar anak-anak sekolah yang berada di desa yang mungkin kalau kamu ke sana kamu akan menyebut waw sebanyak 33 kali.

Desa tersebut bernama Banyuresmi, desa yang masih diselimuti kesederhanaan, yang membuat kita mungkin akan kurang terbiasa dengan lingkungan di sana. Anjing dimana-mana, warung yang terbatas, tidak ada angkutan umum. Namun ada kesederhanaan di desa tersebut. Keterbatasan tidak membuat warga di sana merana, justru saya menemukan kekeluargaan yang begitu terasa.

Ada sebuah sekolah kecil dengan anak-anak yang lucu, beruntungnya saya dapat bertemu anak-anak di sana. Mengajar (meskipun kemampuan saya bener-bener cemen) tapi menyenangkan. Anak-anak yang lucu akan menyambut kami (akang dan teteh yang akan mengajar) dengan salam. Lucu sekali.

Saya dan kawan saya, Viona, diberi tugas untuk mengajar bahasa Inggris untuk kelas IV-VI. Saya sempat ingin tertawa ketika melihat anak-anak yang terlihat memelas ketika mendengar "bahasa Inggris", seolah bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang menakutkan. Hahahahaha.

Kami mengajar dari pukul 7 pagi sampai 12 siang. Ada perasaan canggung saat pertama kali mengajar, harus bilang apa? Harus bagaimana? Hahaha bahkan saya terlalu cemen untuk menghadapi anak-anak kecil yang berjumlah lebih dari 20 orang. Berkali-kali saya ingin tertawa melihat wajah-wajah yang polos,  tidak berdosa.

Semuanya saya awali dengan kalimat :

Di sini siapa yang jago bahasa Inggris?

Lucunya, tidak ada yang mau mengaku karena takut ditanya. Hahahaha. Saat mereka saya tanya apa untungnya belajar bahasa Inggris? Mereka hanya diam, kadang ada yang malu-malu ingin menjawab tapi langsung mengalihkan pandangan.

Setelah selesai mengajar di sekolah, pukul hmm 2 atau 3 sore kami diberi tugas untuk mengajar mengaji. Anak-anak yang belajar pun masih anak yang sama, tetapi kadang kami ditempatkan di kelas yang berbeda. Saya benar-benar salut, dengan keadaan yang serba terbatas, mereka begitu giat belajar. Menyenangkan saat melihat mereka shalat berjamaah, saling bersalaman setelah selesai shalat.

Saya rindu sih sebenernya, tapi ruang dan waktu yang terbatas membuat saya belum bisa ke sana lagi.

Kalau sudah besar mau jadi apa? Saya rasa suatu hari mereka akan menjadi manusia-manusia yang hebat. Saya yakin. Semoga kita bisa bertemu kembali, adik-adik. Rindu.

Selasa, 04 Oktober 2016

Kuliah atau Menikah?

Pembaca yang budiman dan budiwati, lha hahahaha. Serius ah. Buat kamu yang kuliah, pernah ga sih kepikiran buat menikah?. Saya ulangi, menikah.Karena terlalu lelah kuliah, ada orang yang bahkan mikir "YA ALLAH GUSTI NU MAHA AGUNG, MAU NIKAH AJA.". Menarik, beneran ga sih kalo menikah itu adalah pilihan terbaik untuk 'lari' dari kuliah? Ya meskipun becanda, tapi mari kita renungkan.

Ada beberapa kemungkinan yang bakal kamu hadapi kalo kamu lebih memilih menikah sebagai cara untuk lari dari kuliah, di antaranya :


Kedudukan seseorang yang berkuliah lebih tinggi daripada mereka yang memilih menikah
Suka ataupun tidak suka ya kamu harus terima kalau orang yang kuliah punya 'kedudukan' lebih tinggi daripada orang yang memutuskan untuk menikah terutama di usia muda. Bayangin deh, saat kamu lagi jalan sama orang yang kuliah terus ada orang yang nyapa kalian kemudian terjadilah percakapan yang kurang lebih seperti ini :

A : Haiii, udah 500 tahun nih ga ketemu. Sekarang dimana?
B : Ehhhh xob, dach lama ugha ea qta gugh ketemu, q kuliah nie di .........
A : Wah keren. Blablablabla blablablabbla

Coba kita bandingkan dengan kamu yang memilih untuk nikah
A : Haiiiiii, masih inget aku?
B : Hah? u cp?
A : Apakah kamu lupa pada kenangan kita pada zaman dahulu kala? Secepat itukah?
*ceritanya ketemu mantan*

Oke skip.

A : Haiiiii, sekarang kuliah atau kerja nih?
B : Huhuhuhuhu meniqa:(
Kemudian kalian berhuhuhuhu bersama

Jadi gini lho, suka ataupun engga ya emang gitu kenyataannya. Orang yang berstatus mahasiswa akan lebih tinggi derajatnya daripada orang yang milih menikah. Karena apa? Ga semua orang bisa kuliah, tapi semua orang bisa menikah (kalo ada yang mau sama kita itu juga). Ga heran kalau kamu ditanya sekarang kegiatannya apa terus kamu jawab kuliah, maka akan ada kesan "wahh" dari orang lain. Jadi saat kamu punya kesempatan buat kuliah, jangan sampe kamu sia-siakan apalagi sampe milih nikah sebagai jalan keluar. Aduh jangan sampe itu mah.

Minder
Bayangin saat ada reuni gitu. Saat reuni berlangsung otomatis kamu bakal ketemu temen-temen yang seangkatan sama kamu. Reuni biasanya dijadikan ajang untuk pamer bagi orang-orang tertentu. Misalnya saat Astuti kuliah, Omidah kerja, sementara kamu nikah, pasti ada perasaan sedikit minder dalam diri kamu. Saat orang lain sukses dengan kerjaan atau punya prestasi baik di bidang akademik, lalu apa yang bakal kamu banggakan? Berhasil membuat anak  membangun keluarga yang harmonis? Hehe. So, think twice before you marry someone cause it would be the biggest choice that you have to think twice.

Mama bahagia gugh ea?
Setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Sebagai anak yang baik maka kita harus memilih sesuatu yang jauh lebih baik untuk orang tua kita. Saya kira tak ada orang tua yang tidak bahagia melihat anaknya berkuliah lalu lulus dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Ya, ga bisa dipungkiri kalau kuliah adalah salah satu cara untuk menggapai cita-cita dan membahagiakan orang tua.

Ih tapi mamaque tidak mengijinkanku berkuliah karena tidak ada biaya.

Alah, usaha kamu sampe situ aja?

Seperti pepatah yang ada dibuku sidu, dimana ada kemauan di situ ada jalan. Kalau kamu emang niat kuliah, banyak banget beasiswa yang bisa membantu kamu. Asalkan kamu usaha semaksimal mungkin, pasti ada jalan.

Saya pikir membahagiakan orang tua dengan menikah muda bukanlah pilihan yang baik. Mengisi otak dengan ilmu dan mendapat pekerjaan yang layak adalah pilihan yang baik. Jangan sampai kita hidup susah atau bahkan menyusahkan orang tua dan masih menjadi tanggungan bagi mereka.

Jodoh yang tepat di waktu yang tepat
Masa muda adalah waktu yang harusnya kita habiskan untuk menambah ilmu dan pengalaman, bukan untuk mengasuh anak dan mengabdi pada suami. Kita harus memantaskan diri sebagai pribadi yang baik, setelah usia kita matang maka itulah saatnya untuk mencari pasangan. Saat semuanya sudah benar-benar siap, lahir maupun batin, maka itulah saatnya kita sesegera mungkin menemukan soulmate. Hahahaha. Intinya, kuliah aja dulu yang bener, menikahlah setelah kamu 'siap'.

Mental anak kecil tapi...
Saya rasa jiwa kekanak-kanakan kita belum hilang di usia sekitar 20-23an, terus..... kamu mau nikah saat kamu aja masih kayak anak-anak? Aduh, jangan dulu deh. Untuk perempuan, pasti kamu masih pengen dimanjain ibu atau bapak kamu. Laki-laki, pasti ingin kebebasan. Lalu kalau nikah? Otomatis kebebasan berkurang, ga bisa manja juga. Jadi mending apa? Menuntut ilmu dulu. Iya kan?

Kuliah bukan hal yang mudah, tugas menumpuk menjadi hal yang biasa. Tapi, menikah lebih sulit. Apalagi, menikah cukup sekali seumur hidup. Kamu ga mau dong gagal dalam pernikahan hanya karena kamu belum siap tapi sudah memaksakan diri untuk menikah? Mumpung masih muda, carilah ilmu sampe ke India hehehe siapa tau di sana ketemu pemain Uttaran.

So, be smart guys. Live your life.

Beli gebetan ke Bekasi
Cukup sekian dan terima kasi

Salam super

Jumat, 24 Juni 2016

Sekolah Versus Kuliah

Ketika menulis ini, saya baru selesai mengerjakan soal UAS. Ribet parah. Pusing ewwwh. Jadi gini lho, kuliah tuh ga seenak kaya di ftv. This is so fucking true. Kamu bakal dihadapkan pada kenyataan kalo waktu tidur kamu di malam hari akan tersita. Ya, mau ga mau kamu harus mau. Sebenernya apa aja sih hal-hal yang yang membedakan kuliah dengan zaman sekolah dulu?
1. Pakaian
Jika waktu sekolah dulu kamu pake seragam yang itu-itu aja, maka saat kuliah kamu bisa memilih sebebas-bebasnya baju yang akan kamu pakai. Mau pake daster sekalipun, terserah. Asal sopan. Inget ya, sopan. Bukan berarti kamu bisa pake bikini yang paha nya keliatan sampe luka bekas digigit kecoa kamu pamerin ke orang-orang. Inget, bukan kaya gitu. Kamu bisa pake jeans yang robek-robek, kaos polos, kemeja, t-shirt atau apapun selama kamu nyaman.
2. Waktu
Benar sekali, waktu luang kamu banyak. Tapi akan ada masa nya waktu tidur kamu tersita banyak banget. Di tiap mata kuliah kamu akan diberi tugas secara terus menerus. Waktu belajar di kampus ga se-lama pas kita sekolah, tapi kamu harus siap dengan tugas yang akan bikin kamu pengen balikan sama mantan. Lho kok mantan? Iya, biar ada yang bantuin nugas. lol. Engga deng, pokonya kamu jangan berharap tugas akan selesai begitu saja, karena sehabis tugas terbitlah tugas. You have to face this reality. YEAY!
3. Teman
Kalo kamu punya geng di sekolah, jangan sia-siakan! Ya, jangan pernah. Karena apa? Temen kuliah ga kaya temen sekolah dulu, dimana kamu bisa nyontek tugas atau pr dadakan di sekolah. Mereka aja udah pusing sama tugas masing-masing dan ga bakal kepikiran sama orang lain. Kamu akan menghadapi teman dengan keanehan masing-masing. SERIOUSLY. Kamu akan terkejut saat di lingkungan kampus ada cewe celana nya robek-robek dan dia ngerokok, atau temen yang datang ke kampus cuma satu kali seminggu. HAHA
4. Aturan
Kalo pas sekolah kamu dihukum pas kesiangan gara-gara pesawat kamu mogok, di perkuliahan kamu ga akan menghadapi hal itu. Sekali kamu telat, yaudah telat. Tapi tergantung aturan dosennya juga sih. Tapi rata-rata maksimal toleransi buat yang kesiangan tuh 15 menit. Kamu juga bisa titip absen alias tipsen. ASIK GA TUH? tipsen tuh maksudnya gimana sih? Gini lho, misalnya pacar kamu besok mau disunat dan besok ada jadwal kuliah, kamu bisa nitip tanda tangan ke temen. KEREN GA? tapi, jangan deh. ITU TUH DOSA. HAHA inget yaaaa, dosa!
5.Tanggung Jawab
Kalo waktu sekolah kamu masih labil kaya bala-bala, pas kuliah kamu akan sadar betapa berharganya kejujuran.  Kamu akan dewasa dengan cara kamu sendiri. Oh iya, kalo kamu ngekost maka kamu akan dibikin ribet dangan pikiran kamu sendiri. Pertama, cucian. YA ALLAH CUCIAN BELOM KERING BESOK PAKE BAJU APA???? kedua, makan. Kamu akan dihadapkan dengan kenyataan bahwa jauh dari orang tua mewajibkan kamu untuk mandiri. Mau kamu ga makan 500 juta tahun juga orang ga akan peduli. Ketiga, kejujuran. Males kuliah? pengen tiduran? Males berangkat ke kampus? mau main tapi ada jadwal? semua tergantung keputusan dari diri kamu sendiri. Kamu jujur atau pun engga, orang ga akan peduli. Makanya kamu bertanggung jawab penuh atas apa yang kamu lakuin.
Kayanya segitu aja yang bikin sekolah beda banget sama kuliah. Seperti yang kita ketahui kalo manusia harus tumbuh, begitu juga dengan pendidikan. Ga mungkin gitu-gitu aja kan?

Salam mahasiswi semester dua yang mulai lelah kuliah tapi mau gimana lagi ya jalani aja.
Mwah!

Jumat, 19 Februari 2016

-

Pagi ini harusnya bisa beristirahat, menyeruput kopi dan menenangkan pikiran yang hampir seminggu ini dibebani dengan babibu yang menyebabkan stress. Pagi ini diawali dengan rasa penasaran mengenai keberadaan kamu, dengan siapa, dan yang terpenting adalah 'masih ingatkah?'. Segala kemungkinan terlintas dalam pikiran. Mungkin kamu sedang menatap langit-langit kamar, mungkin kamu masih tidur, mungkin kamu sedang menyeruput kopi juga, atau mungkin.. kamu sudah lupa dan melupakan.
Kata seorang teman, kamu adalah makhluk paling bajingan. Baiklah aku tahu. Bagaimana bisa kamu mengganti rasa pada manusia yang -ia-sudah-berusaha-menjaga-hatinya-untukmu? Ah sudah, mari kita lupakan perihal itu.
Aku masih sedang merasa penasaran dengan kehidupanmu setelah hari itu. Apakah kamu masih menjadi orang yang sama? Apakah kamu masih menjadi seorang pemarah dengan segala keangkuhan yang sulit ditaklukan? Apakah kamu masih menjadi si banyak diam?
Banyak hal yang terjadi setelah hari itu. Aku berubah. Ah, silakan tertawa. 100 hari untuk menjadi tidak kekanakan harus aku jalani. Kamu tahu? Aku selalu ingin tahu seperti apa itu menjadi dewasa. Hal yang selalu menjadi perdebatan dan membuat kita bertengkar. Aku mencoba mengimbangi, namun kamu berusaha pergi.
Aku bertemu dengan orang-orang baru. Dan kau harus tahu, dari sekian banyak orang itu ada yang sangat mirip denganmu. Setiap aku melihat orang itu, aku tak bisa mengalihkan pandanganku. Seperti terhipnotis.

Ah, akankah kita bertemu lagi?

Rabu, 10 Februari 2016

Bukan berduka tapi tertawa itu mustahil.



Sebuah duka kadang butuh peratapan. Kurang lebih begitu kata Raditya Dika.
Tanpa kita sadari kita semakin menua. Apabila kita menua maka yang lebih tua bergeser menuju pada sesuatu yang kita sebut “tiada”. Mati itu adalah sebuah perjanjian dengan Tuhan, Mau atau tidak mau, harus siap. Kapan pun dan dimana pun.
Kematian membekas pada sesuatu yang bernama kehilangan. Kehilangan akan timbul apabila pernah ada rasa memiliki. Lama-kelamaan air mata jadi teman sehari-hari karena yang telah pergi “harus kita sadari sesadar-sadarnya” tak bisa kembali.
Kehilangan mengajarkan bahwa sesuatu yang pergi pernah mempunyai “arti”. Yang tersayang menghilang, hanya kenangan di masa lalu yang mampu dikenang. Itupun kalau otak masih mampu mengingat. Sayangnya kita bukan Lucy yang diberi kekuatan super untuk bisa mengingat sedetail mungkin mengenai suatu kejadian. Tuhan maha lucu. Lantas mengapa mempermainkan kita untuk mengingat sebagian saja?
Melihat seseorang yang kau sayang tidak bisa bergerak. Bahkan kita tak tahu tangis kita ia dengar atau tidak. Semacam ingin memberontak, tapi tidak bisa.
Entahlah ini hari ke berapa beliau pergi. Yang jelas wajah beliau selalu nampak dengan jelas. Masih ingat dengan cara beliau tertawa, marah, sedih. Wajah yang sekarang hanya bisa dilihat dari selembar foto. Selembar foto mampu menciptakan ruangan antara diri dan nostalgia.
Ini bukan tulisan tentang bersedih. Melainkan tulisan yang bisa dianggap sebagai tulisan yang paling sok tegar.
Tangan yang dulu sempat menggengam tak bisa lagi diraba. Jangankan bentuk fisik, kasih sayang yang pernah dirasa tak bisa lagi terjamah.

Begitu kuat waktu meninju keadaan. Pikiran masih bimbang antara.. ini nyata atau tidak?

Tak ada lagi tempat berkeluh kesah. Tak ada lagi yang memesan es krim. Tak ada lagi yang mengingatkan memakai kaus kaki. Tak ada yang menggoda tentang siapa si belahan jiwa.
Lumpuh selumpuh lumpuhnya.
Sudah kuingatkan ini bukan tentang bersedih. Ini hanya bentuk pernyataan yang ingin disampaikan kepada Tuhan.
Ikhlas dan berdoa. Semoga diterima disisinya.
Pada akhirnya manusia akan tidur di dalam tanah kan, Nek?